
Sebuah luapan emosi yang jelas dan penuh kegembiraan diekspresikan Del Piero lebih dari kepuasan atas penghargaan yang diperolehnya pada akhir pertandingan melawan Madrid dimana dia menjadi bintang lapangan dengan 2 golnya.
"Saya sangat bahagia. Ini merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Ini merupakan mimpiku mencetak gol di bernabeu dan bahkan aku membuatnya dua kali. Mencetak dua kali kesenangan."
Gol tersebut juga sekaligus menjadi hadiah persembahan bagi Skipper Juventus yang beruang tahun pada Minggu itu. Gol kedua yang dibuatnya hari ini merupakan golnya yang ke-50 di ajang kejuaraan Eropa dan gol ke-248 untuk Juventus. Jumlah itu semuanya cukup kuat mengapresiasikan kebesaran seorang Del Piero.
Gol-gol Del Piero malam ini merupakan yang pertama dibuat di Madrid dari total 5 gol yang dibuatnya melawan los merengues.

Sungguh luar biasa penampilan Alessandro Del Piero. Kapten Juve itu kembali membuktikan kehebatannya yang menandai kebangkitan Juventus. Kehebatannya itu membuat kandang Madrid Stadion Santiago Bernabeu yang dipadati suporter Real terbungkam, ketika dia menceploskan 2 gol untuk mengantar kemenangan timnya 2-0 di Liga Champions Grup H, Rabu atau Kamis (6/11) dini hari.
Ini sukses kedua Juventus dalam dua pertemuan lawan Madrid di musim ini. Sebelumnya, saat Juve bertindak sebagai tuan rumah, Juve menang 2-1 dan salah satunya juga berkat gol Del Piero. Selain itu, Juventus mengakhiri rekor buruk di Santiago Bernabeu. Ini kemenangan pertama di stadion itu sejak 46 tahun.
Dua gol Del Piero tercipta di menit ke-17 dan 67. Kemenangan tersebut juga mengantar Juventus kokoh di puncak klasemen Grup H dengan nilai 10, sekaligus lolos ke putaran 16 besar.
Madrid yang sebelumnya kalah 1-2 dari Juventus, mencoba membalasnya. Tampil di kandang sendiri, mereka menerapkan permainan menyerang lebih awal.
Namun, Juventus mampu meladeninya. Bahkan, Del Piero dkk beberapa kali melakukan serangan, hingga membuat Madrid mulai terancam.
Pada menit ke-17, Guti salah umpan. Bola berhasil direbut Marco Marchionni. Tanpa banyak membuang waktu, dia memberikan bola kepada Del Piero. Sang kapten dan ikon klub ini dengan cerdik melesakkan bola ke pojok kanan gawang Madrid. Kiper Iker Casillas pun gagal menjangkaunya dan Madrid tertinggal 0-1.
Ketinggalan, Madrid terus menggencarkan serangan. Beberapa kali mereka mampu mendekat gawang Juve yang dijaga Alexander Manninger. Namun, pertahanan Juve cukup tangguh.
Satu-satunya peluang emas Madrid terjadi di menit ke-22. Sebuah umpan silang gagal disundul Raul, tapi langsung disambar Sergio Ramos. Sayang, bola tendangannya sedikit di atas tiang gawang.
Di menit ke-45, Mahamadou Diara juga punya peluang emas. Sebuah umpan silang dari sisi kanan pertahanan Juventus mampu dia sundul. Sayang, bola masih melenceng.
Memasuki babak kedua, Real Madrid kembali mencoba menekan. hanya saja, pertahanan Juventus sangat disiplin dan sulit dibongkar. Bahkan, Madrid nyaris tak memiliki peluang berarti.
Sebaliknya, Juventus selalu berbahaya setiap kali melancarkan serangan. Sampai-sampai, pada menit ke-67 pemain Madrid terpaksa melakukan pelanggaran.
Tendangan bebas dari luar kotak penalti itu diambil oleh Del Piero. Tendangan sang kapten ini sangat indah. Melewati pagar hidup, kemudian menghujam ke pojok kanan gawang, membuat kiper Iker Casillas hanya bisa melongo.
Keunggulan Juventus makin bersemangat. Sementara, Madrid makin tertekan, hingga serangannya kurang tertata rapi. Sebaliknya, Juve malah sering mengancam pertahanan Madrid. Pada menit ke-84, Alessandro Del Piero berpeluang membuat hat-trick. Sayang, tendangannya kala memotong umpan silang masih sedikit meleset.
Real Madrid: 1-Iker Casillas, 16-Gabriel Heinze, 5-Fabio Cannavaro, 12-Marcelo, 4-Sergio Ramos, 6-Mahamadou Diarra, 14-Guti, 10-Wesley Sneijder, 15-Royston Drenthe, 17-Ruud van Nistelrooy (23-Rafael van der Vaart 80), 7-Raul
Juventus: 13-Alexander Manninger, 3-Giorgio Chiellini, 33-Nicola Legrottaglie, 28-Christian Molinaro, 4-Olof Mellberg, 30-Tiago, 22-Mohamed Sissoko, 11-Pavel Nedved, 32-Marco Marchionni, 8-Amauri (9-Vicenzo Iaquinta 81), 10-Alessandro Del Piero (29-Paolo de Ceglie 90)
Del Piero, "We waited a long time for this win"
Posted by towi Labels: champions league, liga championsTwo years of anger, tension and sacrifices were unloaded in that shot towards Zenit's goal. With his remarkable free kick, Alessandro Del Piero didn't simply give the team a crucial win in the Champions League, but maybe put an end to the period started with the relegation to Serie B for good. From today, Juventus are to all effects and purposes back where they belong, where they deserve to be thanks to their history and their pedigree.
When he celebrated, the Captain showed his joy to the world with an unusual somersault, and then confirmed his feelings in the post-match interviews: «We've been waiting for this win for two years, that's why we were all so happy after the goal and then after the final whistle. This game, just like many other results from other games, demonstrates that it's really close in the Champions League and it's never easy to win. That's the reason why our win tonight is so important. Obviously I'm very happy about the goal. Perhaps it isn't the most beautiful free kick I've ever scored, but maybe it's one of the most important».
Del Piero masih bertaji di pertandingan Liga Champions. Beberapa 0rang mungkin akan ingat gol yang dia ciptakan dalam masa keemasannya, tahun 2005. Yang lainnya mungkin berpikir bahwa ini sebuah kreasi baru dari tendangan sudut. Dalam beberapa hal, gol ini merupakan mahakarya. Del Piero sekali lagi cemerlang dan Juventus melaju di jalur yang tepat di Liga Champions. Zenit yang sering tampil mengejutkan ditekuk dengan skor tipis 1-0. Juventus memperoleh 3 angka pertamanya di Grup H, sebagaimana juga diperoleh oleh rival berat Juve di grup ini, Real Madrid yang mengalahkan calon lawan Juve di matchday berikutnya, Bate, dengan skor 2-0.
Untuk pertandingan Eropa pertama "yang sebenarnya" ini, Ranieri membawa punggawa Juve yang telah berjasa menenmpatkan Juve ke Liga elit Eropa ini. Buffon di bawah mistar gawang; Grygera, legrottaglie, Chiellini dan Molinaro di sektor pertahanan; di tengah dia memastikan tempat untuk 4 pemain yang bermain melawan Udinese: Camoranesi, Sissoko, Poulsen dan Nedved; sedangkan di sektor penyerang sudah pasti milik sang kapten Alex Del Piero dengan Trezeguet.
Zenit diharapkan akan menjadi lawan yang solid bagi Juve dan mereka pun membuktikannya, bermain di Olimpico dengan tanpa rasa takut ataupun menjadi underdog. Sehingga, sektor pertahanan Bianconeri harus ekstra hati-hati setiap saat, khususnya ketika membantu penyerangan dari sayap. Seiring perjalanan waktu, tim Ranieri mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya dan mulai menciptakan berbagai peluang, terutama dari umpan silang Del Piero: pertama dengan tandukan Trezeguet yang melebar dan kemudian dari tandukan Camoranesi yang membentur tiang.
Sayang pemain keturunan Argentina tersebut tidak punya kesempatan lagi karena harus ditandu keluar akibat cedera engkel. Salihamidzic masuk menggantikannya, namun tidak tercipta peluang berbahaya sampai turun minum.
Di babak kedua, Zenit tampil lebih menyerang dan Buffon harus menyelamatkan gawangnya dari terjangan Arshavin. Ranieri melakukan pergantian pemain lagi, Molinaro keluar De Ceglie masuk yang merupakan debut pemain berusia 22 tahun tersebut di Liga Champions. Sekali lagi, Juve bermain lebih baik di babak akhir pertandingan. Kiper Zenit, Malafeev membuat penyelamatan ajaib atas sundulan Poulsen, namun dia tidak dapat berbuat banyak beberapa menit kemudian, setelah 76 menit, Del Piero mencetak gol dengan tendangan bebas akurat yang menawan di sudut atas gawangnya.
Zenit berusaha untuk tidak kalah dan mencoba lebih meningkatkan serangan, namun Buffon masih dapat menjaga "keperawanan" gawangnya dari kebobolan, dibantu juga oleh Chiellini yang tampil gemilang di sektor pertahanan. Kemenangan ini menandakan bahwa petualangan Juve sudah dimulai dengan cara yang benar, dan kini Bianconeri siap menghadapi Bate Borisov untuk pertama kalinya, dan kemudian menantang Juara 9 kali Real Madrid.

